Jujurlah (walaupun) Dalam Bercanda

Bercanda itu menyenangkan, menghilangkan stress, membuat awet muda. Kadang nyenengin kalau bukan kita yang dibecandain, kadang menyebalkan kalau kita yang justru dibikin bahan untuk bercanda. Nabi kita Muhammad pun suka bercanda tapi ada tapinya. Bercandalah yang jujur. Karena nabi pernah berujar

“Celakalah orang yang berbicara kemudian berdusta untuk membuat tertawa”

Na’udzubillahimindzalik

Gue pernah bercanda berbohong dan gue baru tahu kalau itu sangat tidak diperbolehkan. Apapun alasan lo, berbohong emang merupakan dosa besar sih. Mau pakai alasan

“Serius amat idup lo, Sob.Kan cuma bercanda”

Tetap aja berbohong itu tidak diperbolehkan. Makanya ada yang bilang juga, lebih baik diam daripada berbicara namun tidak bermanfaat bagi orang lain.

Di media sosial Indonesia sedang ada tren hashtag #GueMahGituOrangnya misalnya seperti ini:


Apa lo tahu kalau bercanda yang seperti itu banyak dustanya? Banyak orang yang tertawa terpingkal-pingkal ketika membacanya. Padahal yang membuat atau mengatakan persis seperti kalimat diatas harus benar-benar melakukannya walaupun niatnya hanya bercanda. Islam benar-benar detail walaupun terlihat sepele di mata kita. Proud to be Muslim.

إِنِّي لأَمْزَحُ وَلاَ أَقُوْلُ إِلاَّ حَقًا
Sesungguhnya aku juga bercanda, namun aku tidak mengatakan kecuali yang benar. [Diriwayatkan oleh ath-Thabrâni dalam al-Kabir (XII/13443). Lihat Shahîh al-Jâmi’ (2494)]
 










Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih komentar, kritik maupun sarannya..

Komentarmu yang membuat blog ini tetap ada :)

Ingin script kodingmu terbaca di blog? Copy scriptmu DISINI

© Kucoba.com Webmaster Tools | Blogger Tool