Perantau Pulang = Nikah?

08.58

Beberapa hari yang lalu sebelum pulang ke Palangkaraya, saya sempat update di Path, ya....say good bye gitu lah sama teman-teman terdekat, khususnya teman-teman komunitas yang sudah banyak mengisi hari-hari saya selama satu semester tanpa hasil di Jogja. Kenapa tanpa hasil? Wong KP saya saja belum kelar-kelar, hahaha.

Mari kita pinggirkan  terlebih dahulu masalah KP. Ada salah satu bahasan yang menarik bagi saya pada pagi hari waktu saya update di Path tadi. Berikut screen capture -nya:

Komentar Teman di Path
Terbaca kalimat yang saya lingkari merah? Tenang, buat kamu yang kuotanya lemot terus tidak menampilkan gambar, itu bukan penampakan tapi percakapan, dan itu serem bagi saya. Kenapa?

Sebenarnya sudah dua orang yang bertanya seperti itu entah apalah alasan mereka sebenarnya berkata dan bertanya seperti itu, mari kita analisis alasannya:

1. Tampang Sudah Cocok

Ada yang bilang tampilan luar bisa mempengaruhi pikiran seseorang untuk memberikan argumen sementara terhadap diri kita, misalnya rambut gimbal, bisa dikira hidupnya tidak rapi, pemalas, dan sebagainya. Persepsi orang-orang memang suka seenak udel. Begitupun dengan saya, apakah tampang saya sudah mendekati umur-umur yang harusnya nikah?

Lumayan kue cubit gratis

2. Kata yang Diucapkan Terkesan Dewasa

Ah, masa sih? Saya hanya menyesuaikan umur saja. Walaupun sih masih banyak teman-teman saya di umur 23 tahun seperti saya masih berpikir seperti anak kecil. Kesan orang lain sedikit banyak mempengaruhi sih. Saya pernah membaca kalimat "Kita Itu Kadang Hidup Dari Penilaian Orang Lain". Mungkin ada benarnya. Tapi untuk kasus ini ketika ucapan dewasa yang sering saya ucapkan membuat kesan saya ingin nikah, wah belum tentu gaes.

Kalimat bijak belum tentu kalimat dari orang tua dewasa

3. Sudah Terlihat Mapan

Ah elah, namanya aja terlihat, berarti belum mapan keleus. Saya masih mahasiswa, duit masih minta orang tua, pacaran aja mikir-mikir, bisa bayarin makan tidak? bisa bayarin perawatan pacar tidak? bisa hamilin tidak? eh itu bisa bisa saja sih, muehehehe. Tapi kalau dari segi ke-mapan-an masih tergolong jauh, nanti deh minimal dapat kerja, itupun pacaran aja dulu, mumpung duit sendiri, have fun sendiri lah.


4. Menyerah di Tingkat Akhir = Menikah Muda

Ya kali~ Nikah bukan perkara membina hubungan kita dengan pasangan sendiri. Tapi menghubungkan dua keluarga. So, persiapkan mentalmu untuk mempunyai sebuah keluarga yang besar. Belum nanti kalau calon istri kita dari kalangan orang terkenal atau pejabat, pasti keluarga besar sekali. Dalam keluarga pun mirip seperti kita berpolitik. Harus pintar berdiplomasi untuk membina hubungan antar keluarga di keluarga besar.

5. Perantau Kalau Pulang Sudah Bawa Istri dan Anak 

Ini entah benar atau salah, bisa bawa istri dan anak ke kampung halaman seperti kebanyakan perantau, atau sebaliknya seperti kecurigaan pada saya. Banyak yang bilang kalau balik ke Jogja aku harus bawa ponakan untuk mereka. Ya kali~ calon ibu-nya saja belum ada, gimana bisa bawa anak secepat itu ke Jogja, kapan hamil kapan melahirkannya coy?

6. Menurut kamu? Share di kolom komentar ya


2 komentar:

Terimakasih komentar, kritik maupun sarannya..

Komentarmu yang membuat blog ini tetap ada :)

Ingin script kodingmu terbaca di blog? Copy scriptmu DISINI

© Kucoba.com Webmaster Tools | Blogger Tool