Dia Kembali Mati

7 Januari kemarin tepatnya hari sabtu, aku sedang berada di arena badminton bersama teman-teman seperantauan. Kami sudah merutinkan jadwal untuk tiap hari Sabtu kami akan meluang waktu kami yang beberapa slow (seperti aku) dan beberapa tidak untuk sekedar membuang keringat. 

Kala itu aku berangkat terlambat, karena selain cuaca yang sudah sedikit gerimis, aku juga ternyata belum sempat sarapan. Aku enggak mau olahraga kalau aku belum mengisi perutku dengan nasi. Bukannya apa-apa, aku pernah sakit sampai masuk rumah sakit karena masalah perut. 

Untungnya begitu sampai di TKP, barulah hujan dimulai. Hal ini mengingatkanku dengan julukan Dewa Hujan yang sempat sahabatku olokkan kepadaku. Yah, well aku bermain dengan semangat seperti biasa, walaupun masih ada saja hal yang tidak biasa. Aku masih enggan berenak hati melihat dua orang yang seperti sudah berkhianat kepadaku, teman mereka sendiri. Cinta memang suka muncul di waktu dan tempat yang tidak tepat. Mungkin kalian bisa membaca terlebih dahulu di Show Your Respect pada artikel-artikelku sebelumnya.

Get over it! Kali ini aku tidak mau membahas soal cinta. Aku lebih ingin membahas soal PCku dikost. Dia kembali mati.

Sebenarnya aku tidak ada firasat sama sekali. Kalau aku ingat-ingat kala itu suasana di arena badminton semakin payah semenjak ada angin disertai petir yang melanda daerah itu. Karena kebetulan waktu kamu disana sudah mendekati akhir. Kamipun memilih menyudahi permainan buang keringat ini. Sambil mengobrol dengan teman-teman, sahabatku kemudian menagih uang bulanan untuk member kami di arena badminton ini. Setelah membayar dan bersiap pulang, aku ikut sebentar dengan sahabatku yang membawa mobil untuk sekedar makan malam bersama. Kala itu hujan cuma gerimis. Tidak ada firasat sama sekali. Rasanya hari itu aku banyak sekali tertawa, selain di arena badminton, selama makan malam bersama sahabatku pun diwarnai dengan canda tawa. Entah kenapa aku ingin sekali tertawa walaupun when he looking in my eyes, my bestfriend always know I'm hiding something sadness.

Sehabis mengantar pacarnya dan mengantarku kembali ke arena badminton, sahabatku itu melambaikan tangannya and I'm ready to leave this arena.

Sesampainya dikost aku mencoba cek smartphoneku dan kaget ketika menerima BBM kalau internet di kost mati, alasannya? Apalagi kalau bukan petir. Hal pertama yang aku cek adalah modemnya. Sebenarnya soal modem aku tidak terlalu khawatir, karena pasti bisa klaim ganti modem jika terkena petir, but I'm relieved the modem is still alive.

Lalu kenapa masih tidak ada koneksi? Kemudian aku mencoba menyalakan PCku dengan menekan tombol powernya untuk cek koneksi internetnya.

Klik 
.....
Klik klik 
.....

Not working. Entah kenapa lagi PCku ini, padahal tadi siang sehat-sehat saja sebelum..... cuaca petir sih. :( 

Daripada ambil pusing, aku terlebih dahulu mencoba membenarkan internet di kost. Entah kenapa aku lebih suka menyelesaikan hal untuk orang banyak ketimbang menyelesaikan hal untuk aku sendiri. 
Kemudian aku mencoba mengutak atik kabel modemnya, adaptor powernya, dan switchnya. Ternyata masalahnya di switch yang tidak menyala. Tanpa basa-basi aku mencoba mengutak-atik switchnya dari masalah kabel LAN-nya yang aku pasang cabut hingga aku mengambil dan melihat lampu indikatornya. Ternyata tidak menyala daritadi. Pantas saja. Akhirnya aku coba carikan adaptor power yang baru, but it's still not working. Why? Setelah sekian menit berfikir dan mengganti-ganti adaptor power cadangan, akhirnya akupun menukar adaptor power switch dengan modem satunya yang hanya aku gunakan sebagai wifi. Argh finish! But not yet with my own problem. Karena sudah terlalu malam, akhirnya aku tinggalkan tidur saja PCku yang sudah berantakan aku bongkar-bongkar semua bagiannya.

(bersambung)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih komentar, kritik maupun sarannya..

Komentarmu yang membuat blog ini tetap ada :)

Ingin script kodingmu terbaca di blog? Copy scriptmu DISINI

© Kucoba.com Webmaster Tools | Blogger Tool