Aku dan Hujan Abu

Berikut adalah catatan dokumenter yang diangkat dari kisah nyata saya sendiri

Kejadian ini bermula pada tanggal 29 Oktober 2010, dimana aku sedang tidak ada UTS untuk besok harinya, sehingga rasanya ingin menghabis waktu sehari penuh untuk bersenang-senang. Kala itu waktu sudah menunjukkan pukul satu dinihari yang berarti sudah memasuki tanggal 30 OKTOBER 2010.

Aku tertidur dengan pulasnya, namun tiba-tiba aku bermimpi aneh, seperti terjadi gempa di daerahku, yakni jalan kaliurang, maklum saja gunung merapi sedang hebat-hebat nya beberapa hari ini, aku pun terbangun, tiba-tiba dari luar kamar terjadi keributan yang membuatku penasaran untuk mengecek apa yang terjadi.

"Owh cuma keributan biasa" pikirku. tetapi anggapanku itu segera sirna setelah kakak tingkat yang tinggal berbatas dua kamar dengan kamarku berkata

“Mas, ikut turun gak?”
“Ada apa Mas?” jawabku penasaran. Dia lalu berkata
“Itu lho hujan abu, kalau-kalau terjadi apa-apa, saya saranin sih turun saja ke daerah kota, sudah sampai kampus soalnya”.
Aku tersentak, terdiam seribu bahasa (sedikit bener, sejuta bahasa deh), beberapa menit kemudian aku dengan cepat membereskan laptopku yang baru dikirim, memasukkannya ke dalam tas, memasang jaket dan celana panjang.

Dengan bekal seadanya aku berangkat, menyalakan sepeda motor, dan keluar dari kost. Begitu di depan gerbang aku sadar dan bergumam

"Ya Allah lebat banget hujan abu nya"

Aku kemudian turun dari sepeda motor dan  mencari masker di dalam jok. Dengan kondisi sepeda motor supra fit dengan rantai yang longgar dan bensin yang buat seirit-iritnya sepeda motor Honda, masih kalah irit dengan sepeda motor Ninja dengan bensin penuh.  Aku berdoa semoga saja sempet sampai kost temenku, ya kali ini aku sudah menetapkan tujuan, ke kost temenku yang bernama Hilmi yang terletak di sebelah timur Jogja

Dengan kecepatan 80 km/jam aku pergi menerobos badai hujan abu yang membuat mataku sakit. Ditambah dengan baju serta tasku yang akhirnya berwarna keabu-abuan. Tapi aku cuek saja, yang penting aku selamat dulu. Di pikiranku sudah ada kemungkinan terburuk, parahnya aku lupa jalan ke kost temenku itu, akhirnya aku hanya mengikuti naluri seorang penjelajah.

Beruntung naluriku tidak salah, aku sampai. Aku menghubungi Hilmi, ah... ternyata dia juga dari jalan kaliurang, lebih atas dari tempatku yang di KM 10,6, ternyata dia dari jalan kaliurang KM 15!

Aku sudah tidak bisa membayangkan lagi bagaimana nasib temanku itu. Dia ternyata juga membawa temennya menuju ke kost, sesampainya mereka aku sungguh tidak menyangka, mereka bagai manusia salju, ternyata keadaan di atas lebih parah. Kemudian kami bercerita masing-masing tentang keadaan kami. Selesai mandi kami tumpuk semua baju-baju 'bersalju' kami tanpa kami bersihkan terlebih dahulu, sudah terlalu capek rasanya. Kami akhirnya bisa beristirahat sambil menenangkan diri karena syok hujan abu tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih komentar, kritik maupun sarannya..

Komentarmu yang membuat blog ini tetap ada :)

Ingin script kodingmu terbaca di blog? Copy scriptmu DISINI

© Kucoba.com Webmaster Tools | Blogger Tool