Kalian pernah berharap? Saya pernah berharap dan itu bagi saya sekarang hanya tinggal harapan. Saya pernah berharap kepada seorang gadis yang berprofesi sebagai bidan. Bukan untuk maksud dibantu melahirkannya istri saya. Tapi lebih berharap mendapatkan cinta dari sang bidan.
Sayangnya, hatinya masih terpaut dengan sahabat saya sendiri. Lucunya, karena saya merupakan sahabat dari lelaki yang menjadi kutukan sang bidan. Saya menjadi tempat curhat yang cocok baginya. Saya menyesali keputusan saya waktu itu.
Sebagai lelaki yang berharap, tentu kita secara tidak langsung juga memupuskan harapan gadis lain. Ya, saya dengan bodohnya menolak gadis lain yang waktu itu ada rasa suka dengan saya. Bukan lelaki kalau tidak lebih tertarik dengan gadis yang memiliki paras lebih cantik. Itu sudah menjadi kutukan tersendiri.
Cukup 3 hari saya merasa bahagia. Bahagia yang ternyata hanya semu. Hari pertama dengan bahagianya saya membonceng sang bidan idaman berjalan-jalan menaiki sepeda motor mengelilingi kota Jogja. Sang calon bidan idaman sempat takut dengan gaya mengendarai motor saya yang dirasanya ugal-ugalan. Padahal itu hanya sebuah trik bagi kebanyakan lelaki untuk mendapatkan perhatian dari sang gadis idamannya.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/893855/original/046097300_1433497756-Adaline_FB_Image.jpg)